ENVI Teknik Lingkungan ITENAS

Sarana informasi dan komunikasi anggota ENVI dan mahasiswa teknik lingkungan itenas...

Sabtu, 24 Januari 2009

MENGAPA KITA HARUS MENGOLAH SAMPAH ?

Sampah, khususnya di daerah perkotaan sering menjadi masalah. Timbunan sampah yang dihasilkan terus bertambah seiring dengan bertambahnya penduduk kota. Sehari setiap warga kota menghasilkan rata-rata 900 gram, dengan komposisi, 70% sampah organik dan 30% sampah anorganik. Yang dimaksud sampah organik adalah sampah yang berasal dari benda hidup, seperti sisa makanan, sisa sayuran, ikan, buah-buah, daun, ranting, ampas kelapa dsbnya. Sedangkan yang termasuk sampah anorganik adalah, plastik, kaleng, besi, plastik air kemasan, plastik sisa sampo, kaca, kain perca dsbnya.
Sebagian besar sampah di kota dibuang ke TPA. Namun pengolahan di TPA yang sebagian besar dengan sistem open dumping, justru sering menimbulkan masalah, mulai dari masalah kesehatan, pencemaran udara, air, tanah sampai masalah estetika. Beberapa kajian membuktikan, penangganan sampah dengan cara seperti itu akan menghasilkan gas polutan seperti methan, H2S dan NH3. Gas H2S dan NH3 yang dihasilkan, walaupun jumlahnya sedikit, namun dapat menyebabkan bau yang tidak enak.

Sementara itu, masih banyak warga kota yang membuang sampah di sembarang tempat, misalnya sungai, saluran drainase atau rawa-rawa. Akibatnya sampah akan menyumbat saluran sehingga menyebabkan banjir. Di sisi kesehatan tumpukan sampah tersebut akan menjadi salah satu sumber penularan penyakit seperti disentri, kolera, pes dsbnya.

Selain itu ternyata tidak sedikit warga kota yang menanggani sampah dengan cara dibakar. Cara-cara seperti justru dapat menimbulkan masalah serius. Karena sampah yang dibakar akan menghasilkan zat atau gas polutan yang tidak hanya berbahaya bagi lingkungan tetapi juga berbahaya langsung terhadap manusia. Polutan yang dihasilkan akibat pembakaran sampah dapat menyebabkan gangguan kesehatan, pemicu kanker (karsiogenik) bahkan kematian.

Sebagai gambaran, pembakaran 1 ton sampah akan menghasilkan 30 kg gas CO, Gas yang jika dihirup akan berikatan sangat kuat dengan hemoglobin darah sehingga dapat menyebabkan tubuh orang menghirup akan akan kekurangan O2 dan menimbulkan kematian. Pembakaran sampah organik juga akan menghasilkan gas methana. Membakar potongan kayu akan menghasilkan senyawa formaldehida yang mengakibatkan kanker. Sampah organik yang masih agak basah seperti daun, ranting, batang, sisa sayuran atau buah jika dibakar tidak akan semua terbakar dan menghasilkan partikel-partikel padat yang akan beterbangan. Satu ton sampah organik akan menghasilkan 9 kg partikel padat yang mengandung senyawa hidrokarbon berbahaya. Salah satu diantaranya adalah benopirena. Menurut beberapa kajian diketahui asap dari pembakaran sampah mengandung benzopirena 350 kali lebih besar dari asap rokok.

Sementara itu pembungkus kabel, kulit, pipa paralon jika dibakar akan menghasilkan gas HCL yang bersifat korosif. Jika nilon, dan busa poliuretan yang terdapat dalam matras, sofa, dan karpet berbusa dibakar akan menghasilkan gas berbahaya. Jika pembakaran dilakukan pada suhu lebih dari 600 derajat Celcius, akan menghasilkan HCN. Sebaliknya, jika dilakukan pada suhu kurang dari 600 derajat Celcius akan dihasilkan isosianat yang sangat berbahaya.

Di sisi lain, tidak semua sampah jika dibuang ke alam akan mudah hancur. Butuh waktu berbulan-bulan, bahkan ada yang puluhan tahun baru bisa hancur. Akibatnya jika volume sampah yang dihasilkan warga kota banyak dan lama hancur, maka akan dibutuhkan lahan yang luas untuk TPA. Sebagai gambaran, Kertas jika dibuang ke alam butuh waktu 2,5 bulan untuk bisa hancur, Kardus butuh 5 bulan, kulit jeruk 6 bulan, busa sabun (Deterjen) baru bisa terurai setelah 20-25 tahun, sepatu kulit yang dibuang ke halaman baru bisa hancur setelah 20-40 tahun, kain nilon 30-40 tahun, plastik 50-80 tahun dan aluminium 80-100 tahun. Sementara itu ada satu jenis sampah yang tidak bisa hancur sampai kapan pun, yaitu strefom.

Keberadaan warga miskin di kota seringkali menjadi kambinghitam karena dituding sebagai penyebab kota kotor dengan sampah. Padahal faktanya banyak perumahan atau kampung orang kaya yang justru menjadi sumber sampah utam di perkotaan. Dan tidak sedikit pemulung yang kerap dimasukkan sebagai bagian dari warga miskin kota yang justru “mengolah” sampah di kota sehingga mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA. Berdasarkan Kajian di Surabaya, ternyata 11,75% (sekitar 1000 meter kubik per hari) sampah kota Surabaya berhasil dikumpulkan oleh pemulung. Kontribusi yang diberikan pemulung tersebut sangat jauh, dibandingkan “pengolahan” sampah oleh pemkot Surabaya dengan incinerator -investasi Rp. 1 milyar- yang hanya mampu membakar 270 meter kubik per hari.

Masalah sampah juga seringkali dipakai sebagai alasan pembenar pemerintah untuk mengusur warga miskin kota, misalnya yang terjadi di Surabaya, karena dituding membuang sampah ke sungai sehingga sungai kotor, tercemar dan dangkal. Padahal faktanya tidak seperti itu, karena penyebab sungai tercemar justru limbah industri dan limbah dari pemukiman orang kaya. Penyebab sungai dangkal justru karena penebangan liar atau perubahan tataguna lahan di kota.

Manfaat Mengolah Sampah
Dengan mengolah sampah, tentunya akan berdampak positif terhadap masalah kesehatan. Kondisi kampung akan menjadi lebih bersih dan warga akan sehat karena salah satu faktor penularan penyakit tidak ada lagi.

Dampak lain jika warga miskin kota mengolah sampah adalah menepis anggap negatif yang selalu dikambinghitamkan ke warga miskin. Jika warga bisa mengolah sampah yang dihasilkan, maka tidak akan ada lagi yang asal ngomong menuding warga miskin sebagai penyebab sampah berserakah di kota.

Di sisi lain, dengan mengolah sampah dapat memberi tambahan secara ekonomi. Kompos hasil olahan dari Sampah organik dapat dijual. Sampah anorganik seperti kertas, plastik, besi, alminium, kaca dan botol yang dikumpulkan juga dapat dijual untuk kemudian didaur ulang.

Pemakaian kompos atau pupuk cair dari sampah organik akan memberi dampak positif terhadap kesuburan tanah. Pemakaian kompos atau pupuk cair tidak akan menghabiskan unsur hara tanah seperti pada pemakaian pupuk buatan. Kompos atau pupuk cair justru akan semakin memperkaya unsur hara dan mikrooraginsme penghancur unsur hara di dalam tanah.

Dari latar belakang inilah UPLINK mengembangkan media pengolahan sampah sebagai media yang bisa mempererat kohesi sosial, meningkatkan kesadaran kritis, meningkatkan kesejahteraan, dan juga memperbaiki kondisi lingkungan rakyat miskin kota.

Read More..

Produsen Diwajibkan Kelola Sampahnya

Produsen yang produknya berpotensi menjadi sampah diwajibkan mengelola sendiri sampahnya. Mereka diminta bekerja sama dengan produsen pembuat kemasan untuk mengelola sampah dari hasil produksi yang telah dipasarkan. “Semua produk yang merusak lingkungan harus kembali,” kata Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar dalam jumpa pers sosialisasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah kemarin.

Pengusaha yang berpotensimenghasilkan sampah antara lain retailer besar atau supermarket dan hipermarket, pusat pertokoan, hotel, dan para pengelola aktivitas tersebut. Rachmat meminta produsen mengubah manajemen perusahaannya dari yang semula membebankan pengelolaan sampah kepada masyarakat. Produsen harus memperhitungkan anggaran pengelolaans ampah sejak sebelum produk dihasilkan.

Produsen yang melanggar aturan ini nantinya akan dikenai sanksi denda hingga pidana. Aturan ini sedang disusun dalam peraturan pemerintah yang ditargetkan selesai awal tahun depan. Rachmat mentargetkan, dalam waktu tak lebih dari lima tahun, aturan ini dapat diimplementasikan secara optimal. Selain itu, 70 persen sampah yang dihasilkan produsen sudah dikelola dalam waktu 10 tahun. Pasal 40 Undang-undang Pengelolaan Sampah menyediakan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar bagi produsen yang mengelola sampah tak sesuai standar.

Deputi Bidang Pengendalian dan Pencemaran Lingkungan M. Adnan Gempur mengatakan, berdasarkan Undang-Undang Pengelolaan Sampah, produsen wajib mengelola sampahnya agar tidak mencemari lingkungan. “Pengusaha harus bertanggung jawab atas kemasannya,” katanya. Salah satu produk kemasan yang berkontribusi menjadi sampah adalah plastik, mencapai 11 persen dari total timbunan sampah. Di DKI Jakarta saja saat ini ada 700 ton sampah plastik. Sedangkan produk kemasan yang telah dikelola sampahnya baru 50 persen. Pengusaha juga diminta mencantumkan label pada produknya bahwa sampah yang dihasilkan produsen tersebut bisa dimanfaatkan kembali. (AQIDA SWAMURTI)

Sumber : Koran Tempo

Read More..

Konsep Dasar Kebijakan Sistem Pengelolaan Persampahan Nasional

Aspek Hukum
  • Perlu dibuat peraturan perundangan di tingkat nasional berupa UU Persampahan yang disusun oleh tim lintas departemen dan kementrian negara
  • Perlu dibuat peraturan hukum berupa PP, Juklak dan Juknis di tingkat Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota yang menjabarkan ketentuan yang tidak dirinci di dalam UU ini
  • Pembuatan produk perundangan dan perangkat hukumya menjadi tanggung jawab Badan khusus (lihat aspek institusi)
  • Sosialisasi dan penegakan hukum dari produk hukum yang sudah ada

Aspek Institusi
  • Perlu Badan khusus yang bersifat darurat di tingkat Nasional (SK Presiden) yang bertugas pokok untuk menyusun grand strategy kebijakan dan mempersiapkan implementasi program pengelolaan persampahan nasional
  • Di tingkat lokal, perlu ada pemisahan institusi regulator/planner dan operator, sehingga tercipta manajemen yang profesional, transparan, dan akuntabel
  • Integrasi dan koordinasi antar stakeholder, termasuk pemerintah, private sector yang formal (swasta) dan informal (pemulung cs.)
  • Penguatan institusi di tingkat masyarakat (RT, RW, Kelurahan)


Catatan :
Catatan tentang “Badan Khusus” (Komite, Forum dst.) merupakan salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam penyusunan kebijakan, terutama dalam keadaan “darurat” yang dibiayai dengan dana darurat (trust fund).

Beberapa persyaratan :
- bersifat sementara
- bersifat fungsional
- bersifat independen
- terdiri dari para pakar dan pemerhati pengelolaan sampah
- pemerintah hanya sebagai fasilitator
- dapat dicantolkan dalam satu departemen/kementerian atau bersifat multisektoral
- dimuat dalam UU agar mempunyai kekuatan yang legal.

Aspek Pendanaan/Aspek Ekonomi

  • Kebersihan adalah investasi, yang akan mendorong pertumbuhan dan produktivitas ekonomi, merupakan prioritas pembangunan yang sejajar dengan keamanan, listrik, air bersih dan infrastruktur dasar lainnya
  • Prioritas diwujudkan pada alokasi APBN dan APBD serbagai cost center bukan profit center
  • Produk utama dari pengelolaan sampah hádala terciptanya kebersihan lingkungan (jasa pelayanan)
  • Sampah sebagai sumber daya adalah produk sampingan
  • Bisnis pengelolaan sampah dipandang sebagai bisnis jasa pelayanan kebersihan (clearing service) bukan sebagai bisnis pabrik daur ulang, listrik, kompos dsb.
  • Prinsip polluters pay principle dan extended producen responsibility, dimana produsen bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkannya
  • Mendorong partisipasi swasta dalam pembangunan dan pengoperasian fasilitas persampahan


Aspek Sosial - Budaya
  • Meningkatkan kesadaran bahwa setiap makhluk adalah produsen sampah melalui pendidikan formal dan informal
  • Harus ada desain socio engineering (top down) yang dikombinasikan dengan pemberdayaan masyarakat (bottom up)
  • Keterlibatan stakeholder termasuk LSM, swasta, dan sektor informal, diupayakan sejak awal perencanaan
  • Mekanisme pemantauan dan pengawasan pelaksanan kebijakan oleh masyarakat, misalnya pembuatan loket pengaduan di tingkat kelurahan

Aspek Teknologi
  • Melakukan pengkajian teknologi secara terus menerus, komprehensif, dan terintegrasi (kombinasi berbagai teknologi)
  • Strategi penerapan teknologi dengan pendekatan 3R (reduce, reuse, recycle)
  1. Jangka pendek (1 - 5 tahun): memperbaiki TPA dan pengelolaan sampah terpadu di TPA
  2. Jangka menengah (1 - 10 tahun): pengelolaan sampah terpadu skala kawasan
  3. Jangka panjang (1 - 20 tahun): pengelolaan sampah di sumber (rumah tangga, industri, pertanian, pasar, pertokoan, perkantoran, hotel, dsb.)

Read More..

Selamat Ulang Tahun yg ke-8, ENVI! :)

Semoga sukses, makin eksis, dan banyak menebar manfaat buat anggotanya
dan juga buat orang-orang & lingkungan di sekitarnya.
Aamiiin.


-Irma-

Read More..

Kamis, 11 September 2008

Buka Bareng Himpunan

Untuk rekan2 alumni himpunan kita mau mengadakan acara buka bareng alumni pada tanggal 17 sept 08. Untuk para alumni yang mau hadir ada iurannya sebesar 20.000, nuhun...

Read More..

Senin, 11 Agustus 2008

UPDATE TEMU ALUMNI....

Sampai hari ini ( 11 agustus 2008 ) jumlah alumni yang sudah mendaftar kurang lebih sekitar 60 orang.... bagi yang belum daftar BURUAN,.......!!!!!!! cepat daftar kan diri rekan alumni di envi@yahoogroups.com atau di blog ini.....thanks.....

Read More..

Rabu, 30 Juli 2008

Pengelolaan Spasial

Untuk Mengetahui lebih jelas tentang artikel ini silahkan klik disini

Read More..

Contoh Laporan Evaluasi Air Bersih

Buat2 rekan rekan yang butuh contoh laporan evaluasi air bersih silahkan klik disini

Read More..

Undangan Pernikahan

Pengumuman buat semua....rekan kita Adilla Rahmawati (TL 2000) & Rudi Hermawan akan menyelenggarakan Pernikahan Pada
Hari/Tanggal: Minggu/10 Agustus 2008
Tempat: Desa Mandalare - Panjalu - Ciamis

Untuk semuanya ditunggu kedatangannnya.......

Read More..

Senin, 28 Juli 2008

Rekening ENVI

Bagi enviers rekening untuk iuran anggota sudah ada yaitu :

Rekening Bank Mandiri cab. Pajajaran Bandung
No. 132-00-0471378-1, a/n Reni Oktriani

Rekening BCA cab. Bendungan Hilir Jakarta
No. 301-135-2446, a/n Irma Rahmawati Rahmat

Bagi rekan rekan yang ingin transfer silahkan melakukan transfer ke no rek diatas.....

Read More..

Ivan Kecil Telah Hadir.......

Alhamdulillah...
Telah lahir anak pertama laki-laki dari pasangan :
IVAN & SANTI

Pada hari Minggu, 26 Juli 2008 pukul 15:15 WIB dirumah sakit bersalin
EMMA dengan berat 3400 gram.

Mudah - mudahan menjadi anak yang memakmurkan kebaikan.
Amin

-Ivananti-
ENVI-0250 & ENVI-0195

Read More..

Minggu, 29 Juni 2008

Data Base Envi ers

Buat Rekan rekan yang ingin memasukan data pribadi lewat blog silahkan isi di kolom commen / komentar. data data yang harus ada adalah :
1. nama lengkap.
2. alamat terbaru ( tetap )
3. pekerjaan
4. no telefon ( CDMA dan GSM, rumah), nb : CDMA klo ada yahhhhh jgn maksain beli hehe......
5. angkatan berapa dan lulus tahun berapa.....

makasih sebelumnya yaaa.....

Read More..

Rabu, 04 Juni 2008

Undangan Pernikahan Kendytia & Silfi

Deall Ar...
Cuma mo ngasih tau ajah, oom ketitipan undangan dari Kendytia (TL 95)
Undangannya pernikahan tepatnya...Insya Allah akan diadakan pada:
Akad nikahnya : Minggu, 8 Juni 2008, jam 16.00 di Masjid Al-Azhar
Jalan Bakti No. 29 Bandung
Syukuran pernikahannya : Minggu, 8 Juni 2008, 19.00 - 21.00 di Graha Karang Setra Jalan Sirna Galih No. 15 Bandung
Semoga acaranya dapat berlangsung dengan lancar dan tidak menemukan kendala Aamieenn...

Read More..

Kamis, 29 Mei 2008


Read More..

Jumat, 16 Mei 2008

Undangan Acara Dies Natalis HMTL

Buat akang akang dan teteh teteh yang berkesempatan pada hari hari di bawah ini, kami undang untuk menghadiri acara diet natalis XIV HMTL. Tema Dies Natalis kali ini adalah " Bandung Urang Hejo" . Adapun rangkaian acaranya adalah :

1.  Uji Emisi Kendaraan Bermotor
    Tanggal : 21 mei 2008, Tempat : Kampus ITENAS, Waktu : 09.00 - 16.00
2. Tanam 1000 pohon
    Tanggal : 21 mei 2008, Tempat : Kampus ITENAS, Waktu : 09.00 - 16.00
3. Pesta Alam
    Tanggal : 24 - 25 mei 2008, Tempat : Kampung Bamboo Wa Haji,Cimenyan ( Padasuka - Bandung ), Waktu : 14.30 - Selesai
    Acara : Nginep, Kumpul - kumpul, makan - makan, Games

Besar harapan kami agar akang dan teteh dapat hadir dalam acara tersebut,kami ucapkan terima kasih.

Read More..

Sabtu, 15 Maret 2008

Lowongan Kerja

Buat rekan2 yang baru lulus
ada lowongan kerja yang dimuat di harian pikiran rakyat tanggal 15 maret 2008 untuk posisi sanitary silahkan dibaca aja yach

Read More..

Berita Duka

telah meninggal dunia ayahanda dari ERI WIBOWO (TL-95)
Hari Senin, 3 Maret 2008 Jam 08.45

Semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan buat keluarga diberi ketabahan dan kesabaran......amin....

Read More..

Senin, 11 Februari 2008

Pernikahan Eka angk 2000

Selamat buat eka yang telah melangsungkan pernikahannya pada hari minggu 10 feb 08, mudah2an langgeng dan damai selalu....

Read More..

Lowongan kerja

BHP Billiton is the leading diversified natural resources group in
the world, with a portfolio of high-quality, long-life assets. We
have a diverse range of products, customers and markets, and
excellent growth opportunities. For further information on BHP
Billiton please visit http://bhpbilliton. com


We are currently undertaking a study to determine the feasibility of
developing a significant laterite nickel deposit in Eastern
Indonesia. The opportunity would involve the construction of world-
class mining facilities, a process plant and associated
infrastructure. If you have an overriding commitment to health,
safety, environmental responsibility and sustainable development we
invite you to join our dynamic high performance project team.

Health Safety Environmental and Security Specialist

POSITION SYNOPSIS
This role is very significant for the provision of quality Health,
Safety, Environmental and Security leadership to the Pearl Project at
Gag island and Halmahera operations through the Study phase and to
BHP Billiton standards.

Reporting to the Health, Safety, Environmental and Security Manager
you will be responsible for developing and implementing the policies
and procedures of HSES as well as delivering the Health, Safety,
Environmental and security materials for inclusion in the Study
Report Gag island.

You will also be required to identify, assess, and mitigate the
health, safety, environmental and security risk. In this broad role
you will ultimately be responsible for but not limited to supporting
Community Relations, HSE, Security, Camp, Logistics and Geological
teams.

SKILLS & EXPERIENCE
You will have gained substantial skills and experience in a dynamic
Health and Safety role, with exposure to multinational corporate or
resources setting where you demonstrated leadership ability in the
implementation of HSE Systems, behavioural change and continuous
improvement.

This will be supplemented by your tertiary degree in HSE or related
discipline. A strong Health and Safety focus will assist in achieving
Zero harm whilst a demonstrated proactive engagement with local
community will be highly advantageous. Fluent communication skills in
both English and Indonesian Bahasa is essential.

This is a site based position.

Applicants must hold Indonesian Nationality and authority to work in
Indonesia

HOW TO APPLY
Please visit http://jobs. bhpbilliton. com to apply and for further
information on the Pearl Project. Enter Reference Number 412691 for
easy location.

Application closed on 20 February 2008.

BHP Billiton has an overriding commitment to safety and environmental
responsibility.

wassalam,
AP

Read More..

Senin, 04 Februari 2008

"Composting" Kurangi Pencemaran Lingkungan Hidup

Pangkalpinang (ANTARA News) - Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tahun 2008 mencanangkan "composting" di rumah-rumah warga dengan memanfaatkan sampah organik, untuk mengurangi pencemaran lingkungan.



"Pemerintah Kota Pangkalpinang tahun 2008 mencanangkan program 'composting' di masing-masing rumah masyarakat dengan memanfatkan sampah organik yang tak digunakan sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan," kata Kepala Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kota Pangkalpinang, Drs. Suparyono, di Pangkalpinang, Senin.

Ia juga menjelaskan, untuk tahap awal pemerintah Kota secara umum akan memulai composting di Tempat Pembuangan Akhir milik Pemkot Pangkalpinang dan itu akan dijadikan bahan percontohan.

Setelah berhasil Pemerintah kota Pangkalpinang akan menerapkan di masing-masing rumah warga dan warga itulah nantinya yang akan mengolah sendiri sampah organik mereka yang tidak terpakai menjadi pupuk kompos melalui composting sehingga dapat menekan pencemaran lingkungan oleh sampah.

Sejauh ini kesadaran masyarakat Kota Pangkalpinang akan kepedulian memperhatikan lingkungan cukup baik namun kedepan harus dapat lebih ditingkatkan demi menjaga dan menciptkan lingkungan yang indah dan bersih demi kesejahteraan semua masyarakat. (*)

COPYRIGHT © 2008


Read More..

  © Blogger template 'Grease' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP